Minggu, 24 Juni 2012

Perbedaan http dengan https

Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah sistem untuk transmisi dan menerima informasi di Internet. Http berfungsi sebagai permintaan dan prosedur respon yang semua agen di Internet mengikuti sehingga informasi dapat cepat, mudah, dan akurat disebarluaskan antara server, yang memegang informasi, dan klien, yang mencoba untuk mengaksesnya. Http umumnya digunakan untuk mengakses halaman html, tetapi sumber daya lain bisa dimanfaatkan juga melalui http. Dalam banyak kasus, klien dapat bertukar informasi rahasia dengan server, yang perlu diamankan untuk mencegah akses yang tidak sah. Untuk alasan ini, https, atau http yang aman, dikembangkan oleh Netscape untuk memungkinkan transaksi perusahaan otorisasi dan aman.
Dalam banyak hal, https adalah identik dengan http, karena mengikuti protokol dasar yang sama. Klien http atau https, seperti Web browser, membuat sambungan ke server pada port standar. Ketika server menerima permintaan, ia mengembalikan status dan pesan, yang mungkin berisi informasi yang diminta atau menunjukkan kesalahan jika bagian dari proses berfungsi. Kedua sistem menggunakan Uniform Resource Identifier yang sama (URI) skema, sehingga sumber daya dapat universal diidentifikasi. Penggunaan https dalam skema URI bukan http menunjukkan bahwa sambungan terenkripsi yang diinginkan.
Ada beberapa perbedaan utama antara http dan https, namun, dimulai dengan port default, yang 80 untuk http dan 443 untuk https. Https bekerja dengan transmisi interaksi yang normal http melalui sistem terenkripsi, sehingga dalam teori, informasi tidak dapat diakses oleh pihak selain klien dan server akhir. Ada dua jenis umum lapisan enkripsi: Transport Layer Security (TLS) dan Secure Socket Layer (SSL), yang keduanya menyandikan catatan data yang dipertukarkan.
Bagaimana Cara Kerjanya
Https bukan protokol yang terpisah, tetapi mengacu pada kombinasi dari interaksi HTTP normal melalui Socket Layer terenkripsi SSL (Secure) atau Transport Layer Security (TLS) mekanisme transportasi. Hal ini menjamin perlindungan yang wajar dari penyadap dan (asalkan dilaksanakan dengan benar dan otoritas sertifikasi tingkat atas melakukan pekerjaan mereka dengan baik) serangan.
Port default TCP https: URL adalah 443 (untuk HTTP tanpa jaminan, defaultnya adalah 80). Untuk mempersiapkan web-server untuk koneksi https penerima harus sebagai administrator dan membuat sertifikat kunci publik untuk server web. Sertifikat ini dapat dibuat untuk server berbasis Linux dengan alat seperti Open SSL yang ssl atau gensslcert SuSE. Sertifikat ini harus ditandatangani oleh otoritas sertifikat satu bentuk atau lain, yang menyatakan bahwa pemegang sertifikat adalah siapa yang mereka ajukan. Web browser pada umumnya didistribusikan dengan penandatanganan sertifikat otoritas sertifikat utama, sehingga mereka dapat memverifikasi sertifikat yang ditandatangani oleh mereka.
Bila menggunakan koneksi https, server merespon koneksi awal dengan menawarkan daftar metode enkripsi mendukung. Sebagai tanggapan, klien memilih metode sambungan, dan klien dan sertifikat server pertukaran untuk otentikasi identitas mereka. Setelah ini dilakukan, kedua belah pihak bertukar informasi terenkripsi setelah memastikan bahwa kedua menggunakan tombol yang sama, dan koneksi ditutup. Untuk host koneksi https, server harus memiliki sertifikat kunci publik, yang embeds informasi kunci dengan verifikasi identitas pemilik kunci itu. Sertifikat Kebanyakan diverifikasi oleh pihak ketiga sehingga klien yakin bahwa kuncinya adalah aman.
Https digunakan dalam banyak situasi, seperti log-in halaman untuk perbankan, bentuk Firefox log ke perusahaan, dan aplikasi lain di mana data perlu aman. Namun, jika tidak diterapkan dengan benar, https tidak sempurna, dan karena itu sangat penting bagi pengguna akhir untuk berhati-hati tentang menerima sertifikat dipertanyakan dan berhati-hati dengan informasi pribadi mereka saat menggunakan Internet.
 
 

Besi Tidak Berasal Dari Bumi



Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur'an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti "besi", kita diberitahu sebagai berikut:
"…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ...." (Al Qur'an, 57:25)

Kata "anzalnaa" yang berarti "kami turunkan" khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni "secara bendawi diturunkan dari langit", kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut "nova" atau "supernova". Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan "diturunkan ke bumi", persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur'an diturunkan. 
 
 

Sistem Perbankan Islam Adalah Sistem “Anggukan”Universal, Penyelamat Sistem Ekonomi Dunia

Istilah Anggukan Universal adalah istilah yang sering kita dengar dalam pembahasan ESQ 165 Pak ARy Ginanjar Agustian, yang merupakan manifestasi nilai-nilai universal, yang semua manusia mengakui dan tidakmungkin menolaknya.,seperti kejujuran, integritas, tanggung jawab, dll. Smua ini adlah sifat yang smua manusia snantiasa rndukan bgi orang-orang yang “dewasa”.
Seperti halnya sistem perbankan islam yang tercakup dalam sstem ekonomi islam, yang merupakan maslahat bagi smua manusia, bukan hanya muslim tapi non muslim pun dpat menikmatinya sebagaimana telah d contohkan ketika zaman peradaban islam TEGAK.

Sistem ekonomi syariah sudah terbukti mampu membuat situasi moneter stabil dan iklim perdagangan menjadi lebih baik. Namun tantangan studi ekonomi syariah ke depan adalah menjadi pemikiran yang bersifat universal dan bukan sebatas untuk orang Islam saja.
Demikian diungkapkan Ketua Pusat Studi Ekonomi Syariah (PSES) Fakultas Ekonomi Universitas Pandjadjaran (FE Unpad) Prof .Dr. Nen Amran dalam pembukaan Seminar dan Lokakarya “History of Islamic Thought” (Sejarah Pemikiran Islam) di Aula MM Unpad, Bandung, Rabu (24/2).
“Seperti contohnya potensi zakat yang luar biasa besarnya. Zakat mampu membuat distribusi neraca menjadi merata jika dikelaola dengan baik. Dan, ini harus menjadi suatu teori. Jangan sampai ekonomi syariah yang diajarkan di Kampus hanya sebatas kumpulan doa-doa saja,” kata Nen.
Nen mengatakan ekonomi berbasis syariah bisa membuat ekonomi lebih stabil dari pada ekonomi konvensional yang selama ini dipakai. Sehingga pengembangan studi ekonomi syariah pun harus berbasis pengetahuan (science) juga. Untuk itu, pengembangan studi ekonomi syariah harus bisa mengidentifikasi dan merumuskan fenomena-fenomena yang terjadi, mampu membuat model atau kerangka teori yang mendasarinya, serta mampu mengatasi masalah serta pemecahannya di masa mendatang.
“Tantangan bagi orang kampus adalah bagaimana mentransformasikan pemikiran ekonomi Syariah itu menjadi science,” kata Nen.
Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Muliaman D. Hadad mengatakan Ekonomi syariah di Indonesia saat ini masih sangat simpel, bahkan perbankan syariah masih dijalankan secara elementer (dasar) dan sangat simpel. Muliaman mengakui bahwa kurangnya Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor penghambat ekonomi syariah saat ini.
“SDM bank syariah saat ini sekitar 15 ribu. Dalam lima tahun ke depan masih butuh 40 ribu SDM,” kata Muliaman, beberapa waktu lalu.
Nen menjelaskan bahwa Seminar dan Lokakarya “Sejarah Pemikiran Islam” itu dimaksudkan guna menumbuhkan dan menanamkan motivasi dan dasar untuk semakin menggali pemikiran-pemikiran Islam. Seminar itu pun menghadirkan Assistant Profesor Dr. Syamsuddin Arif dari International Institute Thought and Civilizition, International Islamic University Malaysia (ISTAC IIUM Malaysia). Syamsuddin optimis melalui kajian seperti di pusat studi ekonomi syariah ini sedikit demi sedikit bisa membuka pengetahuan dan pentingnya penerapan ekonomi syariah.
“Masa kebangkitan Islam itu harus dimulai dengan banyaknya kajian-kajian tentang pemikiran Islam termasuk dalam kajian ekonomi syariah ini. Mudah-mudahan hal itu bisa menjadi bongkahan-bongkahan batu yang menyusun sebuah piramida,” kata Syamsuddin.
Di lasir pada salah satu media online yakni: www.suaramedia.com .. perbankan-islam-penyelamatan-pertama-ekonomi-azerbaijan
BAKU (Berita SuaraMedia) – Krisis ekonomi global memaksa untuk melihat sistem keuangan baru itu sekali lagi, harmonisasi instrumen keuangan Islam akan mencegah spekulasi dalam pasar keuangan, ujar kepala Bank Sentral Azerbaijan, Elman Rustamov, dalam Forum Global Keuangan Islam ke-5 dari Bank Pembangunan Islam dengan topik “Stabilitas global dalam proses menuju integrasi” yang digelar di Baku.
“Kita juga perlu membangun stabilitas dalam sektor perbankan yang berbasis mekanisme perbankan Islam,” ujar Rustamov.
Dia mengatakan saat ini perbankan Islam telah mengedepan dan diimplementasikan di banyak negara. Di masa krisis, aset bank Islam meningkat 30% dalam setahun terakhir dan diperkirakan akan mencapai satu trilyun dolar di akhir tahun 2010, yang merupakan 11% dari total kapital dunia. Selama krisis, perhatian terhadap mekanisme keuangan Islam telah meningkat.
“Menggunakan metodologi Islam dalam sektor perbankan, kita bisa meraih sukses lebih jauh dalam pembangunan ekonomi di Azerbaijan. Metodologi ini harus dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip perbankan Islam dan Azerbaijan telah mengawasi dengan ketat proses ini, dan ketika konteks global dalam rencana ini tercapai, kita juga akan menggunakan mekanisma perbankan non-tradisional di negara kita,” ujar Rustamov menambahkan.
Forum Global diselenggarakan dalam pertemuan tahunan ke-35 dari Dewan Gubernur Bank Pembangunan Islam, yang akan digelar pada tanggal 23-24 Juni mendatang dengan partisipasi dari para menteri keuangan, ekonomi,dan 56 negara anggota Bank.
Sementara itu, presiden Bank Pembangunan Islam (IDB) mengatakan bahwa krisis keuangan global tidak mempengaruhi bank-bank Islam karena krisis itu berkaitan dengan operasi hutang.
“Seperti yang diketahui, bank Islam tidak melakukan operasi hutang semacam itu. Tapi krisis ekonomi mempengaruhi negara-negara anggota IDB. Sekarang IDB sedang berusaha mengatasi hal ini,” ujar Presiden IDB, Ahmad Muhammad Ali, ketika tiba di Baku hari Sabtu (19/6) lalu.
Dia mengatakan bahwa Azerbaijan memiliki tingkat pembangunan yang tinggi. Itu sangat penting untuk berbagai investor.
“Karena itu, menggunakan pertemuan tahunan yang akan digelar di Baku, kita ingin menarik datangnya investor ke sini,” ujar Ali.
Beberapa isu penting akan diselesaikan pada pertemuan itu.
Isu-isu tersebut mencakup laporan tahunan ke-35 dari IDB untuk 2009-2010, permintaan Nigeria untuk menaikkan iuran partisipasi dalam kapital IDB, alokasi 5% (tidak kurang dari lima juta dolar) dari pendapatan bersih IDB untuk menyediakan bantuan teknis dalam implementasi operasi hibah, alokasi 2% (tidak kurang dari dua juta dolar) dari pendapatan bersih IDB untuk membiayai program beasiswa, undangan dari Tajikistan untuk menggelar pertemuan tahunan ke-39 Dewan Gubernur IDB, serta tanggal dan tempat untuk pertemuan tahunan ke-35 Dewan Gubernur IDB, yang menurut jadwal akan diselenggarakan di Yaman.
Sebagai bagian dari pertemuan tahunan IDB, simposium tahunan berjudul “Mencapai Keamanan Pangan di Negara-negara Anggota Dalam Dunia Pasca Krisis” akan diadakan.
Selama pertemuan, Dewan Direksi IDB akan menyetujui sejumlah proyek baru yang sedang dalam pengembangan untuk negara-negara anggota dan masyarakat di negara-negara non-anggota.
Tentunya jika kita ingin Perbankan Syariah ini Stabil D INdonesia, haruslah perlu selalu evaluasi secarakkontinu dan melakukan perbaikan d smua lini, baik SDM maupun kebijakan yang selalu berpedoman pada QURAN dan SUNNAH dan literatur di masa-masa kejayaan islam dahulu..harapan kita semua ISLAM betul-betul tegak agar smua sistem kehidupan utuh sebaik mungkin, dan betul- betul menjadi harapan smua manusia sbagai rahmatan lil alamain..BRAVO SYARIAH !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar