Jumat, 22 Juni 2012


 HIDUP HARUS TERUS BERJALAN 




HIDUP HARUS TERUS BERJALAN - By Mia Aulia Cerita atau cerpen yang berjudul HIDUP HARUS TERUS BERJALAN ini ditulis dan dikirimkan oleh teman kita Mia Aulia. Ceritanya cukup menarik untuk dibaca, bagi teman-teman yang belum membaca cerita ini mending baca deh hehehe, dan jangan lupa komentarnya jika sudah membaca. O ya, bagi yang mau ngirim cerita cinta atau pengalamannya ke blog cerita cinta, bisa kok, jangan sungkan-sungkan :) . Ok deh, kita langsung aja lihat cerita yang berjudul HIDUP HARUS TERUS BERJALAN ini yuk...

HIDUP HARUS TERUS BERJALAN

Hai sahabat-sahabat cerita cinta yang selalu setia membaca cerita cinta , kali ini aku kan menceritakan tentang kisah perjalanan hidup yang harus terus berjlan walau seribu cobaan datang menghampiri kita…

Pagi yang cerah di hari itu , aq baru bangun tidur dan langsung membuka jendela kamar ku hemmm……………. Betapa sejuknya cuaca pagi ini , aq teruskan ke kamar mandi dan langsung menjalan kan aktivitas rutin di rumah .pagi tu hari yang menyenangkan karna aku uda bisa tersenyum dan bangkit lagi dari kesedihan yang selama ini menyelimuti ku . semua itu bisa terlewatkan karna dukungan dari keluarga terutama dengan ponakan aku , dia masih kecil tapi dia selalu membuat aku bahagia.
Hari itu jam menunjukkan pukul 09:00 waktunya aku harus berangkat kerja , aku menyiapkan semua tugas-tugas yang harus di bawa , sambil melangkah keluaar rumah hati aku terasa bahagia. Setiba nya di tempat kerja aq mulai mengerjakan kerjaan yang sudah menanti ku , aku merenung….
‘’’ kenapa ya aku tidak bangkit dari dulu ????
‘’’ kenapa ya aq harus memikirkan hal tersebut padahal masih banyak yang lebih berguna dari pada itu ???
Jam istirahat pun tiba aku gunakan tuk membuka facebook , lama aku membukanya terasa bosan karna tak ada yang asyik wat ngobrol , semua pembicaraannya bikin aq boring tak semangat wat ol . sewaktu aq mau menutupnya tiba’ ada lagi yang masuk dan menyapa ku , nama dia adalah Rendi dan aq Mia
“ dia “ Askum …..
‘’ Aku ‘’ waalaikum slm………
‘’ dia ‘’ gy pa ne??
‘’ aku ‘’ ge krj , u ???
‘’ dia ‘’ ha ha ha
‘’ aku ‘’ ea og mlh guyu ki lo
‘’ dia ‘’ km ank mn ???
‘’ aku ‘’ q nak sby
‘’ dia ‘’sby mn ?????
‘’ aku ‘’selatan
‘’ dia ‘’ g kul ta ????
‘’ aku ‘’g
Setelah lama mengobrol dan saling bertanya aq pamitan untuk off karna jam kerja sudah di mulai kembali , jam kerja pun telah selasai waktunya pulang pun tiba , sesampai di rumah aku terus rebahan sebentar dan lasung mandi yar lebih segar . setelah itu aq langsung istirahat memanjakan diri di tempat tidur sambil memainkan hanphone.tanpa sengaja aku langsung tertidur hingga terjaga di pagi hari . semua telah dilakukan secara rutin n seperti biasa .
Mungki karna terlalu sibuk nya aku hingga aku jatuh sakit , 3hari aku ngambil libur dengan alasan sakit dan ingin istrihat. Lama sudah aku terbaring di tempat tidur tak pernah menghirup udara pagi .pagi itu aku rindu dengan kesejukan di pagi hari dan dingin nya embun yang masih membasahi dedaunan yang hijau.setalah aku merasa lebih enakan aku kuatkan untuk memulai kerja kembali , di saat waktu makan siang semua teman-teman pada keluar buat membeli makan tapi aku tak ingin keluar karna aq ingin waktu istrhat ku , aku gunakan wat istirhat di ruang kerja , sambil membuka computer aq taruh kepala di atas tangan yang terlipat di meja .
Pelan-pelan aku membukanya dan langsung aq buka ke situs facebook , di situ aq liat ada cowok yang pernah ol dengan ku waktu itu , tak lama kemudian ternyata dia menyapa ku kembali .
‘’ dia ‘’askum
‘’ aku ‘’waalaikum slm
‘’ dia ‘’ gy pa nie???
‘’ aku ‘’lg nyantai
‘’ dia‘’blh nnyak g ??
‘’ aku ‘’ blh
‘’ dia ‘’ km ank mn??
‘’ aku ‘’q nak sby ,pean mn?
‘’ dia ‘’ q anak sby
‘’ aku ‘’ sby mn mas?
‘’ dia ‘’ timur km mn
‘’ aku ‘’q sby selatan
‘’ dia ‘’ow gtu iya mudah''han bs mampir ksna
‘’ aku ‘’qm sntri ea?
‘’ dia ‘’iya knp
‘’ aku ‘’gpp nx ja,q sndr jg sntri
‘’ dia ‘’santri mn ??
‘’ aku ‘’PPSCH
‘’ dia ‘’wah hebat km ya
‘’ aku ‘’apa yg hbat??? qm sntri mn?
‘’ dia ‘’q udah ngajar
‘’ aku ‘’d mn?
‘’ dia ‘’d cabang syeh khomna kholil
‘’ aku ‘’d mn tu?
‘’ dia ‘’d kalimantan
‘’ aku ‘’jauh bnr . tp good luck ea
‘’ dia ‘’blh tau no hp mu
‘’ aku ‘’blh
‘’ dia ‘’ kpan ya kita ktemu
‘’ aku ‘’ insya allah jka d izinkan
‘’ dia ‘’amin..........
Waktu terus berjalan tanpa di sadar perlahan-lahan ada rasa cinta di antara keduanya.aq tak tau apakah ini cinta atau hanya sekedar kekaguman ku karna dia seorang guru ????karena aq baru saja terbangun dan menata hati ku kembali . di saat aq mulai putus asa dan tak ingin mengenal lagi yang namanya COWOK . tapi kali ini aq tak berdaya di buat oleh kekaguman ku kepadanya . aq tak ingin tergesah gesah mengambil keputasan ntuk menjalini hubungan dengan dia , tapi semakin hari dia semakin memberikan perhatian yang extra kepada aq sehingga aq tak bisa lagi menutupi bahwa aq benar-benar menyimpan rasa .
Saat seperti inilah yang sering aku takuti , dimana aq jatuh cinta dan takut ntuk kehilangannya . tapi kali ini aq memohon kepada yang kuasa ntuk tidak membuat hati ku terkoyahkan karna cinta . Allah benar maha adil dan maha mengetahui apa yang akan terjadi buat hambanya . aq di berikan kesempatan ntuk mengenal nya lebih dekat walau ya antara kita ada jarak jauh yang harus di tempuh . aq dan dia sekarang udah jadian meski kita tak bertemu hanya impian yang kita bayangkan .
Hari hari ku saat ini sangat menbahagiakan bahkan sudah di bilang sempurna karna kehadirannya dalam mengisi kekosangan di hati ku . aq sendiri juga ngak tau gimana jalan yang akan membawa hubungan ini ????? lama sudah hubungan ini terjalin tapi dengan seiringnya waktu berjalan persaan ini sedikit demi sedikit hilang , entah apa yang sedang terjadi di hati aq , aq sendiri bingung kenapa menjadi seperti ini . dulu aq yang sangat menbanggakannya , dulu aq yang sangat mengaguminya , dulu aq yang amat senang karna bisa memilikinya , sekarang semuanya berubah . perasaan ini , rasa ini , hati ini , semua nya tlah kosong . aq yakin ada nya Allah yang selalu menjaga aq , mungkin ini jawabannya .
Tapi itu semua aku serahkan kembali kedapanya , juka mang ini jalan aq ntuk tak bersanding maka Allah akan mempunyai rencana yang lebih indah . jika ini salah satu jalan ntuk menuju sebuah kemenangan aq kan maju terus wat mengggapai semua impian aku . yah ini keputusan yang baik aq tak mau lagi terlalu dalam masuk dalam perangkap cinta yang tak pasti .
kini sudah tiba saatnya tuk menyerahkan diriku .
aku sungguh sudah tak mampu menahan segala asa di dada..
lelah jiwaku menopang raga ini .
ingin ku hempaskan bersama puing masa laluku..
aku terbenam dalam kisah yang pilu..
sendu kurasakan di akhir kisahku..
tangisku memecahkan seluruh harapanku..
tak dapat lagi aku berjalan..
tak kudapat lagi tawaku yang lepas..
tak kudapat lagi kasih sayang dari mereka..
sakit rasanya menghadapi derita yang tak kunjung hilang..
lama ku menanti berhenti detak jantung ini..
aku sungguh tak sanggup..
bila dapat ku memilih..
bukan ini jalan yang aku inginkan..
aku lelah..
sudah cukup semua ini..
inilah jalan terakhirku..
ingin ku tutup bersama air mata orang yang menyayangiku..
Hanya ada 1 ungkapan yang aku kirim melalaui sms kepadanya , tapi takdapat aq pungkiri juga bahwa rasa sayang ini masih ada buat dia . hanya saja waktu yang akan menjawab kegelisan antara kita . jangan bersedih kasih jika Allah mengizinkan kita bersatu yakinlah suatu saat nanti pasti ada jalan wat kita berdua .
cinta,
lima kata yang membuatku gila,
buat hati ini berdarah,
buat hati ini hancur,

cinta,
kenapa harus ada cinta?
kenapa cinta begitu menyakitkan?
cinta membuat ku lumpuh,
tak lagi akan bernyawa,
tanpanya terpuruk meski ku ingin terbang tuhan…

ku mohon berikanlah cinta,
atau buang cinta itu dari jiwaku,
biar ku mati dalam kebencian tak berdasar,
dan selamanya,

Dan jangan Engkau dekatkanku dengan sebuah kerumitan..
Kerumitan Cinta Segitiga.
Salam hangat dari kekasih mu “MIA’’ yang selalu ada di saat kamu membutuhkan dan karna engkau yang telah memberi arti hidup dalam hari hari ku . semoga engkau bahagia dengan pilihan mu . aq kan tetap menjagamu di setiap doa doa ku , agar engkau senantiasa di berikan keberkahan dalam kehidupan mu .

 

Cerita cinta | Aku ingin memilikimu





Sekarang hari minggu ya?. Jadwalnya padat nih, setelah tadi saya menuliskan tentang fasilitas baru dan jadwal cerita cinta, serta tips sehat menghilangkan jerawat dengan cara alami. Sekarang saya akan memberikan sebuah cerita cinta yang nyata, dan saya sebut dengan kisah nyata.

Kisah nyata yang berjudul aku ingin memilikimu dialami oleh seorang teman saya. Sebuah kisah yang sudah sangat lama juga. Kisah cinta ini terjadi ketika saya masih kuliah dulu. Tapi nama teman saya ini saya rahasiakan karena menjaga nama baik darinya.

Ok langsung aja baca cerita nya...

Sebut saja namanya tomi. Tomi adalah seorang cowok yang berwajah lumayan ganteng. Ditambah lagi, tomi memiliki keluarga yang bisa dibilang kaya. Tak sulit bagi tomi untuk mendapatkan banyak cewek. Ya seperti membalikkan telapak tangan saja...


Tapi ketika itu, kami sedang berbincang di kantin tempat kuliah, dan tiba-tiba lewat seorang cewek yang lumayan cantik menurut saya, tapi menurut si tomi sangat cantik!. Dia pun mendatangi cewek itu, dengan rayuan dan ajian yang dimilikinya, sang cewek seakan patuh dan langsung tersenyum manis kepada tomi. Kemudian mereka pun berbincang berdua seakan sudah kenal lama.

Kami terdiam dan membisu melihat tomi, tak ada kata-kata yang mampu kami ucapkan. Dari kejauhan kami melihat tomi yang kemudian berjalan perlahan dengan sang cewek tadi. "Eh gua jalan dulu ya", kata tomi sambil tersenyum.

Hari-hari berlalu hampir satu bulan lamanya, selalu terlihat dan menjadi suatu yang biasa ketika tomi turun dari mobilnya sambil memegang tangan cewek yang bernama rani itu. Sungguh mesranya mereka berdua. Tapi tomi tak berubah seperti banyak orang, yang baru mendapatkan pacar. Tomi tetaplah tomi yang dulu, ia masih senang berkumpul dengan kami.

Siang itu, ketika terik matahari begitu terasa hingga menusuk kulit ini, kami dan tomi berkumpul di kantin. Entah setan apa yang merasuki tomi sehingga ia mengatakan "Oi...gua mau kasih taruhan nih". Kami lalu bertanya taruhan apa?. Tomi menjawab "gua yakin si rani cinta mati ama gua!!!, kalau kalian bisa buat dia tergoda ama kalian ntar gua traktir!!!". Mendengar kata-kata tomi tadi, tentu saya sangat merasa tertantang, hehehe...

Saya pun langsung bergegas mencari rani, "benar ya!!! lo traktir gua ama anak-anak!!!", kata saya kepada tomi. "Ya tenang aja asal lo berhasil. ntar gua traktir!!!, "kata tomi. Saya melihat rani sedang bercanda bersama-sama teman-temannya di depan sebuah kelas, dan saya menghampirinya. "Rani ya...", kata saya sambil tersenyum. "Iya", jawabnya dengan wajah yang cantik. "Eh gua boleh kenalan kan?", tanya saya. Tapi rani hanya tersenyum. "Loh kok diam aja? gua arie", kata saya lagi sambil memberikan tangan saya. Dan kemudian dia menyambut tangan saya dengan tangannya yang halus "iya arie...", katanya sambil tersenyum lagi. Kemudian kamipun berbincang-bincang. Terlihat raut gembira di wajahnya, lalu saya memberanikan diri bertanya kepada rani, "Eh tomi itu pacar kamu ya?". "Emang kenapa kamu cemburu ya?", jawab rani sambil bercanda. "Ga cuma nanya doank kok", kata saya lagi. Rani hanya terdiam tak mejawab pertanyaan saya.

"Pacarnya ya...heheh...ga enak ah ama si tomi, ntar dia marah lagi...gua jalan dulu ya", kata saya kepada rani. Tapi kemudian rani yang hanya diam, memanggil saya dan langsung berkata, "arie!!!, ga kok...gua belum punya pacar". Saya terkejut mendengar perkataan rani ini, "terus kok sering bareng ama dia?", tanya dia lagi. "Yah lumayan kan bisa nebeng pergi ama pulang kuliah, heheheh....", jawab rani sambil tertawa kecil.

Hati saya seakan terbeku mendengar perkataan dari rani. Seakan ingin mengeluarkan maksud saya berkenalan dengan dia, tapi saya tak mampu dan hanya diam dan diam.

Saya lalu menuju tempat tomi, dan tomi bertanya kepada saya, "gimana sob, bisa ga lo?, si rani emang cinta mati kan ama gua?", tanya tomi sambil tersenyum. Saya tak mampu menjawab, dan terdiam sesaat, tapi tomi bertanya kembali. "Gimana ui!!!, kalau berhasil gua traktir nih!!!".

Namun saya juga manusia, saya juga memiliki hati. Saya lalu menjawab pertanyaan tomi dengan perlahan "Ga berhasil sob, kayanya si rani emang bener cinta ama lo", kata saya dan kemudian terduduk. Mendengar perkataan saya, tomi langsung tertawa kegirangan dan merasa telah menang dari kebohongan saya. "Tomi...", kata saya dalam hati sambil menggelengkan kepala ketika melihatnya tertawa di atas kebodohannya sendiri.





DIERI MY MEMORIES
Thursday, June 21, 2012 9:17 AMKulihat goresan pelangi dalam kalbuku
Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu
Terkenang sekilas dalam renungku
Untuk kembali ke masa itu

Andai waktu dapat kuputar
Ingin sejenak aku bersinggah
Di saat canda tawa berpadu rasa
Tak terleburkan meski terusik ombak di laut lepas

Kumerindu masa tak terlupakan itu
Bersama engkau wahai sahabat hatiku
Suka dan duka
Gelap maupun terang
Kita bagi bersama, sama rata

Masa tak terlupakan,
yang kini mencuri perhatian relung jiwaku
Masih terekam jelas di memoriku
Tak pudar oleh waktu
Tak sirna oleh kelabu

Wahai engkau, masa tak terlupakan
Sudikah kiranya, engkau kembali dalam hidupku?Over AtmosphereFriday, January 20, 2012 6:35 PM                                     


        Seorang pemuda berumur kira-kira 21 tahun berdiri lemas di samping tempat tidur putih. Di tempat tidur itu, terbaring gadis yang juga seumuran dengan pemuda tersebut. Mata dan bibir mungilnya terkatup dengan sangat rapat. Wajahnya pucat dengan bibir yang mulai membiru. Pemuda itu terlihat sangat sedih. Sorot matanya tertuju pada gadis yang kelihatannya sudah tidak bernyawa lagi. Setetes bulir bening terjatuh dari pelupuk matanya dan mendarat di lembah hatinya, tanpa menimbulkan suara.        Siang hari musim panas, di sebuah tempat pemakaman. Tidak seperti siang biasanya di musim panas. Langit mendung, seakan mengetahui isi hati Cakka, nama pemuda tersebut. Mendung itu ikut mendramatiskan suasana. Terlebih suasana hati Cakka yang sudah sangat kalut. Selama pemakaman berlangsung, ia tak meneteskan setetes air matapun, dan tidak juga mengucapkan sepatah katapun. Diam.        “Cakka, ayo kita pulang”, ajak mamanya saat pemakaman telah usai.        “Nanti ma, Cakka masih mau nemenin Agni di sini. Kalau mama mau, mama bisa duluan”        Sang ibu sepertinya mengerti, lantas pergi meninggalkan Cakka bersama gundukan tanah merah yang masih basah itu. Dengan lembut, ia membelai nisan yang ada di hadapanya. Meletakkan sekuntum mawar merah di atas gundukan tanah tersebut.        “Ini kesukaanmu, bukan?”, kata Cakka sambil tersenyum.        “Kenapa kamu selalu menyembunyikan penyakitmu itu? Agni.. Agni….        “Kamu masih ingatkan? Seminggu lagi kita akan bertunangan. Tapi kamu malah pergi jauh ninggalin aku. Hmm..”, Cakka menarik nafas sejenak sambil merogoh saku celananya.        “Kamu lihat cincin ini?”, kata Cakka sambil mengenakan satu cincin bertuliskan ‘CAGNI’ di jari manisnya dan satu cincin lagi yang sama persis dengannya untuk dikuburkan di samping kuburan Agni, tunangannya.        “Bagiku, kamu selalu hidup. Bagiku, kamu selalu tersenyum, di sini”, kata Cakka sambil menunjuk hatinya dan mencoba tersenyum. 
        Selang seminggu setelah kepergian Agni, Cakka masih belum bisa beraktifitas seperti biasanya. Bayangan Agni masih hilir mudik di memorinya. Tawa ceria Agni, masih terngiang-ngiang di telinganya. Terlebih, hari ini adalah hari dimana seharusnya ia akan bertunangan dengan Agni. Saat ini, ia hanya sedang memandangi pakaian yang tadinya akan ia kenakan di acara tunangannya bersama Agni. Ia harus membatalkan semua yang sudah ia persiapkan sejak lama. Semua sudah tak berarti lagi tanpa Agni di sisinya.         “Ag, aku janji akan selalu jaga hati ini untukmu”.       
‘Jika memang, masih bisa mulutku berbicara        Satu kata yang ingin terucap        Kan ku dengar caci dan puji dirimu padakuu’ (Melly Goeslaw – Jika)
        HandPhone Cakka berdering nyaring sekali. Heran juga kenapa ia suka sekali memasang nada dering yang volume yang sedikit menyakitkan telinga. Cakka pun mengangkat panggilan masuk tersebut dengan ogah-ogahan.        “Yak Ray, ada apa?”, Tanya Cakka dengan sedikit malas.        “Ada kerjaan buat kamu. Kamu ditugaskan oleh Profesor Rio untuk memeriksa satelit luar angkasa yang diduga terjadi kerusakan sekarang juga”        “Jangan sekarang dong. Kondisiku lagi gak memungkinkan untuk mengemudikan roket”        “Gak bisa ditolak. Cuma kamu yang bisa mengerjakan tugas ini. Atau konsekuensinya…”        “Yak oke. Stay di mana?”        “Laboratorium. Cepet!”
          Cakka segera bersiap-siap. Inilah resikonya jika menjadi astronaut handal. Harus rela mengorbankan waktu dan tenaga demi penduduk di seluruh dunia ini. Pekerjaan ini memang sudah ia idam-idamkan sejak ia duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar. Pekerjaan yang sangat jarang diminati banyak orang.---------------------------------------------------------------------------------------*flashback*        “Gabriel, apa cita-citamu jika besar nanti?”, Tanya Bu Zevana kepada Gabriel, teman sebangku Cakka.        “Jadi dokter buuu..”, jawab Gabriel mantap.        “Bagus. Kalau Agni ingin jadi apa kelak jika besar nanti?”, Tanya Bu Zevana lagi.        “Menjadi peneliti luar angkasa bu”, jawab Agni tak kalah mantap.        “Hebat. Kalau Cakka?”, kini tiba giliran Cakka yang ditanya oleh Bu Zevana.        “Ehhmm.. kalo Agni mau jadi peneliti luar angkasa, Cakka jadi astronautnya buu..”, jawab Cakka dengan sangat-sangat mantap.        “Hiii.. Cakka apaan siihh..”, kata Agni malu-malu.        “Hahaha.. kalian ini”, Bu Zevana Cuma bisa senyam-senyum saja melihat tingkah laku keduanya. *flash back off*
        Tapi baru saja 2 bulan Agni menikmati cita-cita yang sudah ia idam-idamkan sejak kecil, ia sudah pergi. Bayangan Agni melintas lagi di otak Cakka.~~~~~~~        “Yak.. sepuluh.. sembilan.. delapan.. tujuh.. enam.. lima.. empat.. tiga.. dua.. meluncuurrrrr….”        Saat ini Cakka sedang ada di belakang kemudi sebuah roket. Hendak menuju satelit bumi dan tugas tambahan dari Profesor Rio, yaitu memfoto planet Mars secara lebih dekat. Untuk pekerjaan ini, ternyata bukan hanya tenaga dan waktu yang menjadi korban. Tapi nyawa juga menjadi jaminannya.         Cakka tiba di sebuah satelit. Taernyata di bagian kamera pengamat luar angkasanya yang mengalami sedikit kerusakan. Hanya dengan waktu sebentar saja, Cakka mampu memperbaiki satelit tersebut. Namanya juga astronaut handal. Kini, tibalah ia untuk menuju planet merah, planet Mars. Agak takut juga Cakka, tapi apa mau dikata. Semua harus ia laksanakan.        Tak butuh waktu yang lama, tibalah ia di planet tersebut. Tapi ada kejadian ganjil saat ia pertama kali menginjakkan kakinya di planet tersebut.        “Itu manusia.. apa jangan-jangan alien? Tapi kok cantiknya, manisnya kayak Agni. Tapi kok…”,         “Hai!”, sapa gadis alien itu.        Degg.. jantung Cakka berdegup sangat keras. Suaranyaa.. ia sangat megenali suaranya.        “Agni?”, Tanya Cakka masih kurang yakin. Ataukah… itu alien yang mirip Agni, atau manusia nyasar yang mirip Agni, atau…. Emang bener-bener AGNI?        “Agni? Siapa Agni? Kenalin, aku Triani”, katanya ramah.        “Bisa bahasa manusia..?”, Cakka benar-benar bingung.
        “Kami para alien Mars memang menggunakan bahasa manusia di kehidupan kami sehari-hari. Kamu pasti seorang astronaut, ya?”        “Kok kamu tahu?”, Cakka sudah tidak terlalu canggung meski rasa penasaran itu masih saja menggelayutinya.        “ Jelas aku tahu, aku kan penduduk asli Mars”        Cakka cuma melongo mendengar penjelasan gadis Mars tersebut. Dia masih heran, apakah semua yang dikatakan gadis ini benar adanya, atau justru sebaliknya.        “Aku tahu semua yang ada di pikiranmu. Sudah, kamu tak perlu tahu semuanya. Yang penting, kamu bawa dan rawat ini”, kata gadis itu sambil memberikan sebuah batu yang sangat berkilauan dan berukirkan ‘CKN&ATN’        DEGG… jantung Cakka seakan-akan mau copot. Gadis ini..        “Yasudah, tugasku sekarang sudah selesai. Selamat tinggal”, kata gadis itu sambil berlari menjauh.        “Aku yakin kamu Agni. Agni, kenapa kamu bisa nyangsang di Mars. Agniiiiiiiiiiii…AGNIIIIII..” teriak Cakka memanggil Agni.~~~Tek, Cakka terbangun dari tidurnya. Ternyata semua itu hanya mimpi belaka. Tapi, seperti ada yang mengganjal di saku celananya.        “Hah”, kaget Cakka setelah mengetahui isi sakunya. Sebuah batu Mars berukir ‘CKN&ATN’. Cakka semakin yakin bahwa yang di mimpinya itu adalah Agni. Ya, mungkin Agni menyuruh Cakka untuk tetap setia walau takdir memisahkan mereka.         HandPhone Cakka kembali berdering..        “Halo Ray, ada apa?”        “Mala mini, akan ada jamuan makan malam bersama seluruh peneliti dan astronaut Indonesia. Kamu mau ikut kan?”        “Maaf Ray, nggak bisa”        “Tapi Kka..”, kalimat Ray terputus oleh ucapan tegas Cakka.        “SEKALINYA ENGGAK YA ENGGAK!”, tep. Cakka memutuskan sambungan telepon.
        “Kali ini, nggak mungkin aku mengikuti acara itu. Aku nggak bisa..”, raut wajah Cakka terlihat muram. Tetes demi tetes air mata jatuh. Tatapannya menerawang jauh.        “Kka..”, suara lembut itu memanggilnya. Cakka tak bereaksi.        “Kka..”, panggil suara itu lagi tak kalah lembutnya dengan panggilan sebelumnya. Cakka kaget. Suara ituu..        “Agni??”, panggil Cakka seperti orang bingung. Ia seperti sedang mencari-cari sesuatu.        “Aku di sampingmu sekarang”. Cakka segera menoleh. Terlihat Agni dengan senyum tipis yang menyambut tatapan Cakka.        “Agni? Kamu..”, Cakka hendak memeluk Agni. Tapi cepat-cepat dicegah oleh Agni.                “Ssstt.. jangan. Ingat, dunia kita udah beda. Kamu kenapa sih kayak gini? Udah nggak semangat hidup gitu? Iya? Kamu benar-benar udah kecewain aku tau nggak. Mana Cakka yang dulu? Cakka selalu semngat dan ceria ngehibur Agni? Cakka sudah bikin Agni sedih. Cakka harus kembali seperti Cakka yang Agni kenal dulu. Agni akan selalu ada di hati Cakka..”, Agni pun menghilang setelah mengucapkan itu semua.        “Iya Agni, aku akan jadi seperti apa yang kamu inginkan”, Cakka bertekad di dalam hati.        “Kamu akan jadi yang terindah, selamanya”----------------------------------------END----------------------------------------






I LOVE YOU


I Love You By Veronita, hallo teman-teman cerita cinta semua, tidak terasa nih bulan puasa sudah hampir selesai, saya ingin mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, maaf kalau selama ini saya ada salah kata ketika menulis di blog cerita cinta ini :). O ya, pada pagi hari ini saya ingin mempublikasi sebuah tulisan yang berjudul I Love You By Veronita, tulisan ini dikirim oleh veronita, ok langsung aja ya...Aku mempunyai seorang pacar yang tumbuh besar bersamaku.
Namanya Jin.Aku selalu menganggapnya sebagai seorang teman, sampai tahun lalu ketika kami bersama-sama camping dalam suatu kegiatan pramuka. Aku menyadari bahwa aku telah jatuh cinta dengannya. Sebelum camp itu berakhir, aku mengambil langkah dan mengakui perasaanku kepadanya. Dan tidak lama kemudian, kami menjadi sepasang kekasih.

Tetapi kita mengasihi satu sama lain dengan cara yang berbeda.

Aku selalu memikirkan dirinya. Hanya dia yang ada dalam pikiranku. Tetapi dalam pikirannya, terdapat begitu banyak perempuan.
Bagiku, dia adalah satu-satunya. Namun bagi dia, mungkin aku hanyalah seorang wanita biasa...

"Jin, kamu mau pergi nonton bioskop?" Aku bertanya.
"Aku ngga bisa."
"Kenapa? Kamu harus belajar ya di rumah?" Aku merasakan sedikit kekecewaan.
"Bukan... Aku mau pergi ketemuan sama teman..."

Dia selalu seperti itu. Baginya, aku hanyalah seorang 'pacar'. Kata 'cinta' hanya keluar dari mulutku. Sejak aku mengenalnya, aku tidak pernah mendengar dia berkata "Aku mencintaimu". Tidak pernah ada perayaan anniversary dalam hubungan kita. Bahkan mungkin dia sudah lupa dengan hari jadi kita.
Sejak hari pertama, dia tidak pernah mengucapkan "Aku cinta padamu". Ini terus berlanjut sampai 100 hari ... ... 200 hari....
Dan setiap kali dia mengantar aku pulang, sebelum kita berpisah, dia hanya memberikan aku sebuah boneka. Setiap hari... tidak pernah sekalipun lupa. Aku tidak tahu mengapa dia melakukan itu...

Kemudian pada satu hari, sebelum kita berpisah...

Aku: "Umm, Jin, aku ..."
Jin: "Apa? Jangan berhenti.. Katakan saja."
Aku: "AKu mencintaimu."
Jin: "... ... ... kamu... ... sudah, bawa saja boneka ini dan pulanglah."

Itulah bagaimana caranya menghiraukan kata-kata "Aku mencintaimu" dari mulutku dan memberikan sebuah boneka. Lalu dia menghilang, sepertinya berusaha lari dariku. Boneka yang aku terima darinya tiap hari, mengisi penuh kamarku.
Ada banyak....

Kemudian datang satu hari, hari ulang tahunku yang ke 15.
Ketika aku bangun di pagi hari, aku memikirkan sebuah pesta dengannya dan menunggu telpon darinya di dalam kamar.
Tetapi.... jam makan siang telah lewat, makan malam telah berlalu dan langit telah menjadi gelap ... Dia masih belum menelepon..
Lalu sekitar jam 2 pagi, dia tiba-tiba menelepon dan membangunkanku dari tidur. Dia mengatakan kepadaku untuk segera keluar dari rumah. Aku tetap merasakan kebahagiaan mendengarkan panggilannya dan segera lari ke luar rumah dengan gembira.

Aku: "Jin..."
Jin: "Ini ... ... ambillah."

Sekali lagi, dia memberikanku sebuah boneka kecil.

Aku: "Apa ini?"
Jin: "Aku belum kasih boneka ini kemarin. Jadi aku kasih sekarang. Aku pulang dulu ya... Bye..."
Aku: "Tunggu, tunggu! Kamu tahu hari ini hari apa?"
Jin: "Hari Ini? Huh?"

Aku merasa begitu sedih, aku pikir dia akan ingat hari ulang tahunku. Tapi ternyata tidak.
Ia berpaling dan berjalan seakan-akan tidak ada apa-apa. Lalu aku berteriak: "Tunggu ..."
Jin: "... ....Ada yang perlu kamu omongin?"
Aku: "Katakan! Katakan kalau kamu mencintaiku..."
Jin: "Apa?!"
Aku: "Katakanlah... ... ..."

Aku merasa begitu sedih, tertekan, dan kecewa. Dia hanya berucap kata-kata dingin lalu pergi.
"Aku ga mau bilang semudah itu kalau aku mencintai seseorang. Tapi kalau kamu benar-benar putus asa untuk mendengarkannya, ..carilah orang lain."
Itulah kata-kata dingin yang diucapkannya sebelum dia lari menjauh. Kakiku terasa kaku, seketika aku jatuh ke tanah.
Dia tidak mau mengatakannya semudah itu... bagaimana dia bisa seperti itu..... mungkin, mungkin dia bukan orang yang tepat buatku...

Sebulan telah berlalu, aku sendiri masih bersama dengannya dan pergi ke sekolah bersama-sama. Tapi apa yang membuat rasa sakitku muncul adalah... aku melihat dia berjalan dengan ... perempuan lain ... Dia sambil tersenyum di wajahnya, senyum yang tidak pernah ia tunjukkan padaku ...

Aku langsung berlari ke rumah dan melihat boneka-boneka di kamarku.. dan air mata menetes.. Mengapa dia memberikan ini semua kepadaku. Mungkin boneka boneka ini berasal dari beberapa teman perempuannya.
Dalam kemarahan yang mendalam, aku melemparkan boneka-boneka itu ke sekitarku.
Kemudian tiba-tiba telepon berdering. Ternyata itu telepon darinya. Dia mengatakan kepadaku untuk datang ke bus stop di luar rumah. Aku mencoba untuk menenangkan diri dan berjalan ke bus stop. Aku tetap mengingatkan diri bahwa aku akan melupakannya... bahwa ini semua akan segera berakhir..
Kemudian ia datang ke hadapanku, memegang sebuah boneka besar.

Jin: "Jo, aku pikir kamu tidak akan datang."
Aku tidak bisa membencinya. Aku mencoba berpura-pura bertingkah seperti biasa dan menganggap tidak ada yang terjadi.
Tapi ternyata, dia memegang sebuah boneka. Sama seperti biasanya.
Aku: "Aku tidak butuh itu lagi."
Jin: "Apa? ... ...Kenapa?"
Lalu aku mengambil boneka dari tangannya dan melemparkan boneka itu ke jalan.
Aku: "Aku tidak butuh boneka ini, aku tidak membutuhkannya lagi!! Aku tidak mau lagi melihat orang seperti dirimu!"
Aku mengatakan semuanya. Semua hal yang ada dalam pikiranku saat itu. Tapi tidak seperti biasanya, ia terlihat sangat terkejut. Matanya bergemetar.
"Maafkan aku.." Dia meminta maaf dalam suara yang kecil.
Kemudian ia berjalan untuk mengambil boneka yang aku lempar itu di jalanan.
Aku: "Bodoh kamu. Mengapa kamu mengambilnya? Buang saja boneka itu!"
Tapi ia tidak mendengarkan kata-kataku. Ia menghiraukanku dan tetap berjalan mengambil boneka itu.

TIN!!..TIN!!..TIN!!~
Dengan suara klakson yang kencang, sebuah truk melaju kencang kearahnya.

"Jin! Awas!! Pergi dari situ!!" Teriakku.. Tapi ia tidak mendengarkanku dan membungkuk untuk mengambil bonekanya.
"Jin!! Minggirlah!!"
TIIIINNN!!!!..
"Braakkk!!!"
Itulah bagaimana dia pergi dariku. Pergi tanpa membuka kedua matanya untuk mengucapkan kata-kata terakhirnya kepadaku.

Setelah hari itu, aku harus melewati hari-hariku dengan perasaan bersalah dan kesedihan akan kehilangan dirinya. Dan setelah melewati dua bulan seperti orang gila, aku mengambil boneka-bonekanya.
Boneka-boneka itu adalah satu-satunya peninggalan darinya untukku semenjak hari pertama kita berpacaran.
Lalu aku teringat hari-hari yang telah kuhabiskan dengannya dan mulai menghitung hari-hari dimana kita masih bersama-sama...
"Satu ... dua ... tiga ..." Itulah bagaimana aku mencoba menghitung semua boneka itu.
"Empat ratus delapan puluh empat ... empat ratus delapan puluh lima ..." Itu semua berakhir dengan 485 boneka.
Aku kemudian mulai menangis lagi, dengan boneka di tanganku. Aku memeluk erat-erat boneka itu, dan tiba-tiba...

"I love you ~, I love you ~" Aku terkejut dan menjatuhkan boneka itu.
"I...lo..ve..you?" Aku lalu mengambil boneka itu dan mencoba menekan perut boneka itu.
"I love you ~ I love you ~" Mustahil! Kemudian aku menekan semua perut boneka-boneka itu..
"I love you ~"
"I love you ~"
"I love you ~"
Kata-kata tersebut datang tanpa henti. I..love..you ...
Mengapa aku tidak menyadarinya. Di dalam hatinya selalu ada aku. Dia selalu berusaha melindungiku. Mengapa aku tidak menyadari bahwa dia mencintaiku seperti ini...
Aku mengambil boneka di bawah tempat tidurku dan menekan perutnya. Ini adalah boneka yang terakhir, boneka yang aku lempar di jalanan itu. Masih ada bercak darahnya di boneka itu.
Suara itu kemudian keluar dari boneka itu. Suara yang tidak pernah aku lupakan..

"Jo... Kamu tau hari ini hari apa? Kita telah saling jatuh cinta selama 486 hari. Kamu tahu, aku tidak bisa mengatakan aku mencintaimu....umm...itu semua karena aku malu untuk mengatakannya.
Kalau kamu mau memaafkanku dan mengambil boneka ini, aku berjanji akan mengatakan 'Aku mencintaimu' setiap hari.. setiap hari sampai aku mati Jo.. Aku mencintaimu..."

Air mata mengalir deras di wajahku.
Mengapa? Mengapa? Aku bertanya Tuhan.. Mengapa aku baru mengetahui ini semua sekarang?

Dia tidak berada di sisiku lagi.
Tetapi aku tahu kalau dia mencintaiku sampai detik terakhirnya..
Untuk itu... dan untuk alasan itu... ... ...menjadi pacuan semangat dalam hidupku..untuk terus berusaha dalam kehidupan yang indah ini.









CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN



Cerita berikut ini adalah tulisan yang dikirimkan olehg teman kita yang bernama Nisa, maaf ya nisa karena tulisannya baru bisa dipublikasi sekarang hehehe...ok langsung aja yu kita lihat cerita atau tulisan yang dikirimkan oleh nisa....

Cinta bertepuk sebelah tangan atau tidak?

saat aku kelas 3 di salah satu SMP negri jakarta aku menyukai teman sekelas ku yang bernama fadli, dia anaknya baik, cakep, dan pintar so banyak yang suka sama dia. sekarang dia sudah mempunyai pacar yang bernama sari, sari memang pintar, cantik, dan tak ada yang kurang darinya, jauh beda denganku.
SMPku mengadakan liburan ke jogja. aku sebis dengan teman sekelasku yang ikut termasuk fadli. saat hari keberangkatan kita ke jogja aku terlambat datang dan saat aku datang kursi di bis itu tinggal tersisa satu yang untuk diisi oleh 3 orang, aku, dea, dan eka duduk disana saat aku melihat siapa yang duduk di belakang ku ternyata fadli dia duduk tepat di belakangku yaitu di pinggir. saat itu aku senang dia melihat ke arahku mungkin karena aku lepas kerudung. setelah beberapa lama kemudian aku menoleh sedikit untuk melihat sedang apa fadli di belakang ternyata dia sedang tertidur dan pindah tempat duduk di pojok. tak lama kesenangan aku bertahan ketika melihat bis lain dari sekolah aku membalap bis yang aku tumpangi terlihat seorang wanita yang tersenyum melihat fadli, ternyata dia sari, aku melihat kearah fadli ternyata dia tidak sadar dan tetap tertidur, sepintas di dalam hatiku lewat sebuah kata "YES!" aku bersorak di dalam hati, saat aku melihat sari, senyumnya terlihat luntur di bibirnya.
sampai di jogja aku mengambil kunci kamar hotel dan tidur bersama teman-temanku yang mengetahui aku suka dengan fadli. hari keesokannya aku tak mengalami pengalaman yang baik atau buruk dengan fadli mungkin itu karena aku menjahuinya aku takut aku melihat dia dengan sari berduaan.
saat hari terakhir di jogja aku dan yang lainnya mengunjungi kraton. saat tiba disana kraton masih tutup akhirnya kami semua menunggu di depan kraton duduk di bawah pohon, aku tak melihat atau pun mencari fadli namun temanku yang bernama indah berkata "kayak sinetron deh!" "apaan?" tanya heran aku "noh tadi fadli nengok ngeliat sari abis itu ngeliat lu, kayak bingung milih yang mana, wakaka" ujar indah yang aku tanggapi hanya mungkin kebetulan atau mungkin yang dia lihat bukan aku karena di tempat aku duduk bukan hanya ada aku.
setelah dari kraton kami mengunjungi candi boroduddur, setelah itu kami mengunjungi gua jati, dan restorant untuk makan sore. setelah itu kami langsung melanjutkan perjalanan menuju jakarta. saat pukul 8 malam aku sudah merasa mengantuk namun karena ada film kartun yang di stel di bis aku dan teman-teman tidak tidur, setelah kira-kira 20 menit setelah itu aku mulai merasa pusing mual dan itu di rasakan bukan cuma aku tapi fadli, dan banyak penumpang lainnya, diduga karena makanan restoran. aku yang duduk di tengah mundurin kursi aku sehingga posisinya agak tidur dan dapat melihat fadli yang duduk di pojok. saat itu aku bersaha untuk tidur menyenderkan kepala aku ke kursi samping ku yang tidak diturunkan kursinya namun kepala aku seperti hampir jatuh kebelakang, lalu fadli menyenderkan lututnya di belakang kursi samping kepala aku dan dia bilang "awas pala lu jatoh, udah tidur aja" aku yang mendengar itu hanya bisa diam dan kembali meneruskan tidurku dengan kepala bersender di lututnya. saat sampai di depan sekolah aku dan fadli belum di jemput kami menunggu di dalam sekolah "dingin ya?" tanya dia yang aku jawab dengan anggukan, saat itu memang udara sangat dingin kami sampai pada pukul 4 pagi. "nih pake aja" fadli memberi jaket yang iya pakai buat aku pakai. "gak usah lu aja!" "udah pake aja!" dia menaruh jaket itu ke punggung aku. dada aku terus berdeegup kencang tak berhenti. setelah itu dia sudah di jemput namun dia tidak pulang melainkan hanya berdiri disampingku mungkin iya menunggu jaketnya. akhirnya ayah aku datang menjemput, aku langsung melepas jaketnya namun di tahan "pake aja!" ucap fadli aku langsung memasukan barang ke mobil dan masuk ke mobil. saat aku melihat ke arahnya dia melambaikan tangan dan bilang "bye!" aku hanya membalas dengan senyuman kerena sangking gugupnya.
setelah itu aku belum bertemu kembali dengannya dan kabarnya fadli mau masuk SMA yang sama dengan sari pacarnya dan SMA itu beda dengan SMA yang aku tuju. tapi aku melihat di twitternya dia ngetwitt "SMA xx apa SMA xx ya?" SMA yang di tuju sari dan SMA yang di tuju aku.
sampai sekarang aku juga masih memikirkan kejadian itu, "kejadian kemarin tidak akan aku lupakan!" ucapan aku saat sampai di rumah yang membuat aku sakit sendiri karena 2 hari setelah itu aku pergi ke mall dengan temanku dan bertemu dia dengan sari sedang makan di restoran dan sari memakai jaket fadli. saat itu aku mengatakan "aku akan melupakan kejadian kemarin!" di dalam hati, teman aku yang saat itu sedang bersama aku "sa lu gak papa? kita pulang aja yuk!" temanku "gua gak papa ko gua juga gak suka lagi sama dia!" aku membohongi perasaan aku untuk yang kesekian kalinya.
aku terus bertanya-tanya apa kira-kira maksud kelakuannya kemarin-kemarin?! :-/ bingung




 BOY BAND


DongHyun [ Leader ]


Name: Kim Donghyun (김동현)
Age: 21
Birthday: February 12 1989
Height: 177cm
Speciality: Knows Japanese
Educational Background : MyeongJi University – Musical Science
- Leader + hyung of the group
“I can’t see myself doing anything else. I want to become a singer with a huge influence on teenagers.” Donghyun, being the eldest in the trainee bunch has been a trainee at Starship Entertainment for around 6 years now.

HyunSeung

Name : Sunho (Hyunseung. his realname) (현성)
Birthday
: 9 June 1993
Star Sign : Gemini

Educational Background : Young Dong High School

JeongMin
 

Name : Lee Jungmin (이정민)
Age : 17

Birthday : 2 January 1994

Star Sign : Capricorn

Educational Background : Seoul Music High School


KwangMin


Name: Jo Kwangmin (조광민)
Age: 15
Birthday: 24th of April 1995
Chinese Zodiac: Pig
Star Sign: Taurus
Height: 180cm

Educational Background : School of Performing Arts Seoul

- The younger brother from the twins

- Appeared as student on MBC‘s Daily Sitcom “All My Love

Kwangmin is my favorite member.

YoungMin
 

Name: Jo Youngmin
Age: 15
Birthday: 24th of April 1995
Chinese Zodiac: Pig
Star Sign: Taurus
Height: 180cm

Educational Background : School of Performing Arts Seoul

- The older brother from the twins

- Appeared as student on MBC‘s Daily Sitcom “All My Love
MinWoo
Name: No Minwoo
Age: 15
Birthday: 31st of July, 1995
Position: Rapper
Specialities: Acting, Hapikdo & Swimming
Educational Background : School of Performing Arts Seoul




Cerpen Aku Ingin Menjadi Suaramu 





Cerpen Aku Ingin Menjadi Suaramu By Nia Wahyu Pratiwi Cerpen Aku Ingin Menjadi Suaramu By Nia Wahyu Pratiwi, selamat siang sahabat cerita cinta semua, pada siang hari ini saya ingin mempublikasi sebuah cerpen yang dikirimkan oleh teman kita yang bernama Nia Wahyu Pratiwi, tulisn yang berjudul aku ingin menjadi suaramu ini cukup menarik karena dikemas dengan bahasa-bahasa sederhana dan membuat pembaca menjadi semakin ingin membacanya hehe...

Kayanya lebih baik kita langsung aja baca cerita yang sudah dikirimkan oleh teman kita Nia Wahyu Pratiwi ini yuk...

Cerpen Aku Ingin Menjadi Suaramu By Nia Wahyu Pratiwi

Aku dan Rama telah menjalin hubungan sejak dua tahun yang lalu. Rama orang yang sangat sabar dan pendiam. Dia selalu menuruti semua keinginanku, dia juga selalu mengalah demi aku. Tapi Rama bukan orang yang romantis. dia juga tidak pandai memuji bahkan bermain kata-kata. Sedangkan aku adalah orang yang sangat manja dan perfeksionis. Aku pemarah dan selalu ingin menang sendiri. Aku selalu marah jika Rama melakukan kesalahan. Aku akan marah jika dia terlalu lama membalas sms atau mengangkat telponku karena alasan sibuk di kantor. Aku akan marah dan diemin dia berhari-hari saat dia tidak mau menemaniku jalan-jalan karena alasan pekerjaan yang menumpuk. Aku aku akan sangat marah saat dia terlalu sibuk dan lebih mentingin pekerjaan nya daripada aku. Dan jika aku marah, dia akan datang kerumahku dengan membawa sekotak kue coklat kesukaanku dan meminta maaf. Aku pun akan luluh dan bisa mudah memaafkannya.

Seperti itulah aku dan Rama. Tapi aku suka dengan keadaan ini. Meskipun dia gabisa romantis tapi caranya memperlakukanku seperti seorang putri.

Suatu hari Rama dipindah tugaskan di luar kota. Awalnya aku tidak menyetujuinya. Aku marah, dan sperti biasa aku tidak menghubunginya selama berhari-hari. Rama orang yg paling mengerti keadaan disaat aku seperti ini. Dia memberi ku waktu supaya aku bisa menenangkan diri. Beberapa hari kemudian dia mengirimkan pesan ,
“sayang, aku memang bukan orang romantis. aku bukan orang yaang pandai memujimu. Itu karena aku tak bisa melukiskan keindahanmu. yang aku tahu bahwa aku mencitaimu. Jika kamu mengijinkannya, aku akan menjagamu seumur hidupku. Aku akan berangkat lusa, tapi sebelum aku berangkat aku ingin bertanya, maukah kamu menikah denganku sepulangnya aku kesini?”
Aku terdiam, tak lama kemudian ada yg mengetuk pintu. Ternyata Rama yang datang. Aku langsung memeluknya dan mengiyakan ajakannya. Rama menyelipkan cincin dijari manisku.
Suatu hari…
Satu bulan setelah kepergian Rama, aku mulai terperangkap dengan pergaulan bebas. Sepulang kerja aku selalu pergi ke klub malam bersama teman-temanku. Pulang hingga larut malam, terkadang menjelang subuh baru sampe rumah. Aku mulai terbiasa dengan kehidupan malam, tentu saja tanpa sepengetahuan Rama. Setiap kali Rama menelpon aku setelah pulang kerja aku selalu berpura-pura tidur. Keesokan paginya aku baru meminta maaf dan mengatakan aku tertidur semalam.
Suatu hari seperti biasa aku sepulang kerja pergi ke klub malam itu. Kali ini badanku agak kurang enak, aku pulangm jam 11 malam. Di perjalanan pulang, aku merasa sangat pusing, mungkin karena efek minuman keras yang aku minum tadi juga karena aku kurang tidur pikirku. Kendaraanku melaju kencang, pandanganku sedikit kabur. Tanpa aku sadari motor yang aku kendarai oleng dan menabrak sebuah mobil yg melaju berlawanan denganku saat itu. Aku terjatuh dan tak sadarkan diri.
Saat aku membuka mata, aku melihat di sekelilingku penuh dengan orang terdekatku. Orang tuaku dan kedua adikku. Ibukku menangis di sebelahku. Adikku juga terlihat sangat sedih. Ingin sekali aku menghibur ibukku dan mengatakan kalau aku baik-baik saja. Tiba-tiba saat aku ingin mengatakan sesuatu ad yg terasa mengganjal ditenggorokanku, dan yg keluar hanyalah rintihan kecil yang hampir tak terderngar dari jarak 1meter. Kecelakaan itu merusak pita suaraku. Entah apa yg menyebabkan itu, dan aku tak bisa bicara untuk selamanya.
Aku teringat Rama. Seketika itu hp ku berbunyi, panggilan dari Rama. Aku merasa sangaat malu dengan Rama, aku telah banyak membohonginya. Aku tak berani mengatakan yang sesungguhnya setelah kepergiannya. Aku merasa tidak pantas untuknya, terlebih dengan keadaanku yg tidak bisa bicara. Aku meminta semua keluargaku dan teman-temanku untuk merahasiakan ap yg terjadi padaku ini dari Rama. Aku takbisa menahan air mataku. Aku pun ikut menangis.
Kembalinya Rama…
Tiga bulan setelah kecelakaan itu, kondisi ku mulai membaik. Akupun telah belajar bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tiba-tiba ada seorang temanku mendatangiku dan mengatakan bahwa Rama telah pulang ke kota ini. Dia bilang ingin sekali bertemu denganku. Tapi aku menolak. Aku takmau bertemu dengannya. Aku menyuruh temanku untuk mengatakan kalau rama tak usah lagi mencariku . karena aku tak mau bertemu dengannya. Temanku pulang, dan Rama tak pernah lagi muncul dihadapanku. aku tak pernah lagi mendengar kabarnya.
Setahun kemudian, aku mendengar kabar bahwa Rama akan menikah. Aku kecewa, aku marah. Karena jujur saja aku masih sangat mencintainya. Dan benar saja seorang teman mengantarkan undangan pernikahan untukku, saat aku membukanya nama yg ada dalam undangan itu adalah namaku dan Rama. Aku kaget, aku menanyakan mengapa ini bisa terjadi. Tiba-tiba rama sudah ada dihadapanku dan berkata dengan bahasa isyarat “aku menghabiskan setahun ini untuk belajar bahasa isyarat seperti mu. Aku sudah memaafkan kesalahanmu yang dulu. sekarang katakan saja kamu akan menepati janjimu yang dulu. dan ijinkan aku untuk menjadi suaramu. Aku masih mencintaimu”
Aku terdiam, aku menangis. Aku sadar aku tak pantas untukknya. Tapi dia selalu ada saat aku membutuhkannya. Ya, aku mau menepati janjiku. Aku mau menikah denganmu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar